Kamis, 08 April 2010

PP NO. 14. TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN (Bab III Prinsip Profesionalitas)

A. Rumusan Masalah
Setelah kelompok II berdiskusi bersama tentang PP No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen (Bab III Prinsip Profesionalitas) menghasilkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Alasan apa yang mendasari adanya prinsip profesionalitas guru?
2. Apa isi dari prinsip profesionalitas?
3. Bagaimana proses pemberdayaan profesi guru?

B. Uraian dan Pembahasan
Kata profesinalitas diambil dari kata dasar profesi yang berarti suatu pekerjaan yang menuntut keahlian, sedangkan kata profesionalitas itu sendiri mempunyai pengertian sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat keahlian pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dalam melakukan pekerjaannya.
1. Alasan yang mendasari prinsip profesionalitas
Sebagaimana pengertian dari profesionalitas itu sendiri, prinsip profesionalitas pendidik ada sebagai bahan acuan minimal bagi anggota profesi untuk selalu melakukan pengembangan dan keterampilan agar dapat mencapai tujuan pendidikan institusi, daerah maupun nasional yang telah ditetapkan yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Isi prinsip profesionalitas
Sebagaimana prinsip profesionalitas yang ditetapkan dalam PP No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, prinsip profesionalitas itu sendiri meliputi:
a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
b. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
c. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
d. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
b. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
c. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
d. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
e. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
3. Proses pemberdayaan profesi
Pemberdayaan profesi merupakan sebuah pemanfaatan dan melestarikan apa yang dimiliki supanya terus berkembang, sehingga dapat berkarnya dengan kemampuan yang dimilikinya. Pemberdayaan profesi guru Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Pemberdayaan profesi guru ini dilaksanakan untuk menuntut keprofesionalan guru secara produktif dan berkelanjutan sehingga guru sebagai dengan adanya pemberdayaan profesi guru ini dapat memperbaiki wacana pendidik maupun pendidikan nasional kita.
C. Kesimpulan
Prinsip profesionalitas guru yang di rancang dalam tataran konsep PP No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen sudah bisa dibilang baik, namun dalam tataran praktiknya masih perlu kiranya perbaikan-perbaikan dalam berbagai bidang sehingga tujuan nasional yang telah kita cita-citakan dapat tercapai dengan baik dan tentunya adanya peningkatan mutu unsur-unsur pendidikan nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Slide

Loading...