Selasa, 05 Januari 2010

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD IQBAL


PENDAHULUAN

Muhammad Iqbal lahir di daerah Sialkot, Panjab pada 22 Februari pada tahun 1873 dari golongan menengah. Muhammad Iqbal pergi ke Lahore untuk meneruskan studinya sampai mendapatkn gelar kesarjanaan M.A. Muhammad Iqbal memperoleh gelar M.A di Universitas Murray College. Sewaktu Muhammad Iqbal masih belajr di Lahore dia beruntung sekali bertemu dengan ulama besar yang bernama MIR HASAN yang telah mendidiknya sejak Muhammad Iqbal masih muda terutamadalam bidang keagamaan. Sewaktu Muhammad Iqbal masih belajar, beliau sudah terlihat gemar sekali mengubah syair-syair ke dalam bahasa Urdu. Atas kegemarannya itu, pada tahun 1895 ia melanjutakn belajarnya ke Delhi dimana pada sa’at itu Delhi merupakan anak benua Indo-pakistan yang kaya akan intelektualitas.
Sewaktu Muhammad Iqbal di Delhi, bahasa Persia sedang terdesak oleh bahasa Urdu. Banyak dari orang–orang mendirikan perhimpunan sebagai dorongan untuk melegalkan bahasa Urdu. Pada saat itulah Muhammad Iqbal sudah mulai populer, akan tetapi ke populerannya masih terbatas di kalangan pelajar. Pada perhimpunan sastra yang anggotanya meliputi tokoh-tokoh terkenal dalam salah satu pertemuannya Muhammad Iqbal pernah membacakan syairnya yang terkenal tentang himalaya yang penuh dengan patriotisme. Bunyi syairnya yaitu :
Ingatlah pada tanah air mu
Wahai orang tak berakal”
Kekalutan sedang menggelegak
Dilangit kelihatan tanda-tanda kehancuranmu,
Lihatlah apa yang sedang terjadi dan lagi akn terjadi”
Ada apa dari cerita-cerita di zaman lampau itu
Gagal memahami ini, kamu pastiakan hancur.
Wahai Industan, malang riwayatmu pun tidak bakal tinggal dalam sejarah dunia.1
Pada saat itu Muhammad Iqbal berada dibawah pengaruh Sir Thomas Arnold pengarang dari sebuah buku yang berjudul “The preaching of Islam”. Dari Thomas Arnold inilah yang pertama mengenalkan filsafat barat dalam jiwa Muhammad Iqbal. Pada tahun 1905, Muhammad Iqbal berangkat ke Eropa melanjutkan studi nya di Universitas Cambridge. Setelah dari Inggris kemudian ia pergi ke Jerman dan kuliah di Universitas Munchen dan mendapat gelar Doctor philosophiae (Ph.D) atas tesisnya yang berjudul “Perkembangan Methaphysika di Persia.
Muhammad Iqbal berada di Eropa selama tiga tahun menjadikan pemikirannya meluas dan mendalam. Pengetahuan itu tidak didapat semata-mata dari Universitas Cambridge, akan tetapi juga karena kerajinan Muhammad Iqbal dalam menuntut berbagai macam pengetahuan yang tersembunyi dalam buku-buku yang berada di perustakaan Cambridge, London dan Berlin.
Menurut orang-orang yang mengenal Muhammad Iqbal, sangat lancar dan menarik dalam pembicaraan ia dapat dan suka berbicara apa saja. Setelah belajar di Eropa Muhammad Iqbaltidak banyak bepergian kecuali pergi untuk memberi kuliah dan berpidato politik untuk kepentingan kaum muslimin. Pada tahun 1928 Muhammad Iqbal pergi ke India Selatan dan mengunjungi Madras, Mysore, Hydrabad. Ketika Muhammad Iqbal berada di Madras, Hydrabad dan Aligarh Muhammad Iqbal memberikan ceramah yang kemudian di terbitkan ke dalam sebuah buku yang bejudul The Reconstruction of Religion Thought in Islam.
Dalam ilmu pengetahuan Muhammad Iqbal banyak menyumbangkan pemikiannya terutama yang berbentuk dalam sebuah buku. Karya-karyanya adalah:
  1. Bahasa Persia
Terdiri dari Asrar-i-Chudi, Rumuz-i-Bechudi, Payam-i-Masjriq, Zabur-i-Adjam, Djawid Namah, Pas Tjeh Baid Kard Aye Aqwam-i-Sjarq, Lala-i-Thur.
  1. Bahasa Urdu
Terdiri dari Ilmu al-Iqtisad, Bang-i-Dara, Bal-i-Djibril, Zarb-i-Kalim, Armghan-i-Hidjaz, Iblis ki Madjlis-i-Sjura, Iqbal Namah, Baqiyat-i-Iqbal
  1. Bahasa Inggris
Development of metaphysics,
Dowload File lengkapnya Disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Slide

Loading...